Sebatang Rokok Ditelinga Kananku

Sebatang Rokok Ditelinga Kananku



Matahari yang terbit disana Memancarkan Cahayanya untuk Menilik dari dalu yang tertangkup puluhan gunung lain dan tak bisa digapai dengan panca indra namun tersua jelas di dalam sanubari. 

Kepelitanmu terhadap senyummu menguapkan Air menjadi gumpalan Awan, pujianku terhadapmu menjadikan gunung makin meninggi, merubah siang menjadi senja, senja itu membawa cerita bahagia terselip pesan seput yang sulit dipahami, namun hanya ada satu kata yang tampak jelas dari ratusan kata yaitu "TUNGGU"

Saat malam tiba, Pengamen menghampiri di tongkrongan dengan nyanyiannya yang membuat risih dan sangat bising ditelinga, santak kusumbatkan sebatang rokok ditelinga kananku.

Pengamen itu takkan pergi jika hanya mengusirnya, tapi dia akan pergi jika dilakukan dengan Penganiayaan, namun Penganiayaan yang paling Teraniayaa adalah mengabaikannya.

Kembali teringat apa isi lengkap dari Pesan seput itu "TUNGGU" Apa yang harus ditunggu Bil. Jika kau telah melakukan tindakan Penganiayaan?



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dulu Pemuda Ini Bercita cita Ingin Jadi Polisi Lalu Gagal, Akhirnya Mereka Memutuskan Untuk Menjadi Orang Yang Selalu Dikawal Polisi.

Niskala