Sebatang Rokok Ditelinga Kananku
Sebatang Rokok Ditelinga Kananku
Matahari yang terbit disana Memancarkan Cahayanya untuk Menilik dari dalu yang tertangkup puluhan gunung lain dan tak bisa digapai dengan panca indra namun tersua jelas di dalam sanubari.
Kepelitanmu terhadap senyummu menguapkan Air menjadi gumpalan Awan, pujianku terhadapmu menjadikan gunung makin meninggi, merubah siang menjadi senja, senja itu membawa cerita bahagia terselip pesan seput yang sulit dipahami, namun hanya ada satu kata yang tampak jelas dari ratusan kata yaitu "TUNGGU"
Saat malam tiba, Pengamen menghampiri di tongkrongan dengan nyanyiannya yang membuat risih dan sangat bising ditelinga, santak kusumbatkan sebatang rokok ditelinga kananku.
Pengamen itu takkan pergi jika hanya mengusirnya, tapi dia akan pergi jika dilakukan dengan Penganiayaan, namun Penganiayaan yang paling Teraniayaa adalah mengabaikannya.

🙂
ReplyDeleteHmmm
ReplyDelete